Langsung ke konten utama

I love my job

I love my job.. ya, kiranya memang itu yang mesti dirasakan oleh semua pribadi yang setiap hari menjalankan aktivitasnya untuk mencari rezeki..
Baik itu sebagai seorang karyawan ataupun pengusaha. Pekerjaan adalah hal yang paling intens menemani kita setiap hari. At least selama 8 jam x 5 hari, kita bersama pekerjaan kita.
Bukan hanya dijalankan sebagai kewajiban semata, pekerjaan juga hendaknya dijadikan layaknya seorang sahabat baik, yang dapat membantu kita untuk mengasah potensi diri hingga pada puncak teratasnya kita dapat mencapai aktualisasi diri.  Mencintai pekerjaan yang dijalankan juga dapat menghindari diri kita dari reaksi emosi negatif yang mungkin saja ditimbulkan dari aktivitas pekerjaan sehari-hari. Stress, kejenuhan, konflik dengan partner kerja merupakan hal yang tidak dapat dikontrol, karen stimulusnya bisa saja datang dari source yang tidak kita duga.
Oleh karena itulah, jika sudah timbul rasa cinta dengan pekerjaan yang kita jalani, pastilah segala hambatan atau kondisi yang tidak menyenangkan dapat kita atasi dengan baik.
Tidak mudah memang untuk benar-benar mencintai pekerjaan. Namun, setidaknya kita harus memulainya, karena itulah jembatan untuk menuju sebuah aktualisasi diri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Bangkit dari Kehamilan Ektopik


“Ectopic Pregnancy (Kehamilan Ektopik)”

Tergugah untuk share tentang pengalaman ini krna kebetulan ada teman yang saat ini sedang mengalami.

06 Desember 2014 saya menikah. Minggu ke-4 Februari saya tidak haid dan setelah 7 kali test pack barulah muncul dua garis merah samar. Bahagia, pasti. Setelah dua bulan menunggu, akhirnya moment ini datang juga.

06 Maret 2015 sehari sebelum perayaan resepsi ke-2 di tempat suami, kami periksa ke SpOG. Awalnya mau minta vitamin atau semacam obat penahan mual, karena memang saya mual muntah bukan hanya morning sickness. Kalo bahasa dokternya itu HeG. Dokter Obgyn saat itu memang sempat menawarkan untuk USG Transvaginal supaya kantung kehamilannya lebih jelas terlihat, karena menurutnya di usia kehamilan saya yang baru 6 minggu ini kantung kehamilan biasanya belum terlihat. Namun saat itu saya menolak, karena agak takut yaa mbayangi uSG Transvaginal itu. Jadilah USG perut biasa. Dan ternyata memang benar, gak terlihat apa apa di dalam rahim.

Dokter…

Apa sih Motivasi Psikologis Para Teroris ?

Amrozi, Noordin M, Top, Imam Samudera. Dulmatin, Dr. Azhari, Ali Gufron, Ibrahim, Muhammad Syarif, dan entah deretan nama tersebut akan berhenti sampai di situ saja atau bahkan terus bertambah. Diawali dari tragedy WTC tahun 2000 silam, istilah teroris mulai menyeruak ke kalangan masyarakat. Kejadian yang disebut-sebut merupakan hasil dari tangan dingin Osama Bin Laden nyatanya memang menjadi tonggak awal ‘perkembangan’ terorisme di dunia. Tidak terkecuali di Indonesia. Kasus Bom Bali yang merenggut nyawa ratusan jiwa yang tidak berdosa sama halnya dengan tragedy WTC di Amerika Serikat. Terhitung sejak saat itu, POLRI seakan memiliki job baru. POLRI bahkan sampai harus membuat sebuah detasemen khusus anti terror yang dikenal dengan Densus 88. Kebanyakan dari para teroris yang telah disebutkan namanya di atas mati konyol karena tubuh mereka ikut hancur bersama kepingan logam yang terdapat dalam bom. Bahkan, tubuh mereka itulah yang pertama kali mersakan dahsyatnya ledakan, sebelum pada…

Tingkah Laku Inovatif (definisi)

Tingkah laku inovatifpada awalnya berasal dari bahasa Latin, yaitu innovare yang berarti “membuat sesuatu yang baru” (Tidd, Bessant, & Pavitt, dalam Ahmad, 2009).  Thompson (dalam Ahmad, 2009) mendefinisikan tingkah laku inovatif sebagai penerimaan, pembentukan generasi, dan pelaksanaan ide-ide baru, proses, produk ataupun jasa. Menurut Wess dan Farr (dalam De Jong & Hartog, 2003) tingkah laku inovatif adalah semua perilaku individu yang diarahkan untuk menghasilkan, memperkenalkan, dan mengaplikasikan hal-hal ‘baru’ yang bermanfaat dalam berbagai level organisasi. Tingkah laku inovatif ini identik dengan inovasi inkremental, karena melibatkan semua pihak sehingga sistem pemberdayaan sangat diperlukan dalam prosesnya.           Tingkah laku inovatif dalam dunia organisasi merupakan sebuah proses perubahan yang menghasilkan sesuatu dalam bentuk produk, proses, atau prosedur yang bersifat baru dalam sebuah organisasi (Zaltm, Duncan, & Holbek, dalam Ahmad, 2009). Sementara D…