Pages

Rabu, 08 Februari 2012

"pake uyah, nek ."

sekitar 1 tahun yang lalu, aku memiliki tetangga baru . .
sebuah keluarga yang sangat Islami, menurutku, menempati rumah kontrakan yang letaknya persis di depan rumahku . .
jika pintu rumah itu dibuka, otomatis ruangan depan rumah kontrakan tesebut dapat terlihat dari teras rumahku.
keluarga itu terdiri dari 5 orang, sepasang suami istri yang masih tergolong pasangan muda, seorang anak remaja laki-laki dan sepasang anak laki-laki dan perempuan yang masih berusia sekitar 4 dan 5 tahun,  . .

saat itu Alm.Papaku masih hidup . .
setiap sore, Papa dan Mama memiliki hobby duduk di teras rumah, mengobrol, sambil melihat kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya . .
ya, letak rumahku memang sangat strategis . . kira-kira selang 2 rumah saja, jalan raya sudah bisa dicapai. .
ketika papa dan mama sedang asyik mengobrol, tiba-tiba dua anak kecil menghampiri teras rumah . .
"nenek, kakek", sapa si anak perempuan pada papa dan mamaku.
aku yang pada saat itu sedang duduk di kursi ruang tamu sempat mengintip mereka dari balik gorden. . . 


"iyaa, sini sini main", sapa mamaku. . 
papaku hanya tersenyum saja seraya melambaikan tangan pada mereka . .
melihat respon papa dan mamaku yang bersahabat, dua anak kecil itu pun mendekat . .
"siapa ini namanya", tanya mamaku
"nina, kalo ini husni", jawab si anak perempuan yang ternyata berusia lebih tua . .
"nenek, kan kita rumahnya sekarang di situ", kata nina sambil menunjuk rumah kontrakan yang letaknya di depan rumahku . .
"oh, nina yang nempatin sekarang", kata papaku . .
"iya, kakek"


aku yang sedang asyik main hape , hanya mendengar percakapan mereka saja dari dalam . .


terdengar kemudian papaku membukakan pintu seng untuk mempersilahkan mereka masuk . .
eh, bukannya masuk, nina dan husni malah berlari sambil tertawa . .
dasar anak kecil pikirku . .


beberapa hari berlalu sejak saat itu, aku dan mama kerap memperhatikan keluarga nina dan husni dari ruang tamu ..
terlihat memang tidak ada barang apa-apa yang mengisi ruangan depan rumah mereka, kecuali selembar tikar dan karpet tipis . .
sesekali terlihat ibunya Nina yang selalu mengenakan kerudung berukuran besar setiap keluar rumah, sedang menyapu halaman..
belakangan diketahui bahwa ayah Nina yang setiap pagi seringkali mendorong motor tuanya yang mogok, bekerja sebagai staf Tata Usahadi sebuah pesantren yang letaknya tidak jauh dari rumah  . .
sementara remaja laki-laki (kakanya Nina dan Husni) yg bernama Faqih bersekolah di Madrasah..
yaa, memang benar-benar keluarga Islami pikirku.


setiap kali lewat depan rumahku, mamanya Nina memang selalu menyapa aku, Papa, atau Mama yang kebetulan sedang duduk di teras .. 
ramah memang . .
sementara ayah Nina lebih cenderung pendiam, karena jarang sekali memberikan sapa kecuali hanya tersenyum dan menganggukkan kepaala  . .


tidak ada satu pun terlintas di pikiranku tentang keluarga mereka, kecuali keluarga yang sangat Islami . . hingga pada suatu hari keluar perkataan polos dari Nina . .


awalnya mamaku sedang menonton tv di dalam rumah, sementara aku sedang mengetik di meja makan.  .
Nina dan husni datang menghampiri kami, yaa mungkin ingin bermain . .
mamaku iseng bertanya pada mereka, "udah pada makan belum?"
nina dengan wajah polosnya menjawab, "
udah dong nek.."
"pake apaa?", tanya mamaku lagi
"pake uyah, nek" . . jawab Nina . .
"yang bener?" mamaku mempertegas pertanyaan . .
"bener nek, orang emang biasanya juga pake uyah makannya . .", jawab nina . .


mamaku reflex menoleh padaku yang sedang mengetik . .
"ndul, masa pake uyah katanya"
"emang uyah apaan mah?"
"uyah tuh bahasa sundanya garem" . . .


astaghfirulloh, aku istighfar dalam hati . .
ternyataa, keadaan ekonomi keluarga mereka tergolong memprihatinkan . .
anak seusia nina dan adiknya semestinya makan makanan yang bergizi, yaa setidaknya telur agar ada vitamin yang masuk. .
tapi, mereka hanya makan dengan garam . .
gizi apa yang mereka dapat jika makanannya hanya garam???


aku dan mamaku speechless seketika . .
mamaku yang memang sangat mudah terharu pun langsung memotongkan kue bolu  untuk nina dan adiknya . .
namun yang membuat kami makin terharu, nina dan adiknya bukan mengambil kue itu, tapi malah berlari ke luar . .


ya Allah . . 
pantas saja di ruang depan rumahnya hanya ada selembar tikar dan karpet tipis . .
pantas saja motor ayahnya nina sering mogok karena sudah termakan usia . .
pantas saja jarang terlihat mamanya berbelanja . .
pantas saja . . .
pantas saja . . .
ternyataa, makannya saja hanya dengan uyah . .
masya Allah . . .



0 komentar:

Posting Komentar

search through Amazon