Pages

Selasa, 03 April 2012

and "The Vow" has made them back together . .

Kisah yang diceritakan di film ini terinsiprasi dari sebuah "true events" . .
yah, ceritanya sih memang hampir sama seperti beberapa film pendahulu nya, tapi film ini mampu menonjolkan sisi "romantic" yang beda dan sangat menyentuh..

diperankan oleh Channing Tatum (Leo Collins) dan one of my favorite actress Rachel McAdams (Paige Collins), film ini jadi semakin menarik. . .
settingnya kebanyakan mengambil suasana musim salju, jadi more more romantic deh . . hehee
alur konflik dalam film ini memang gak begitu klimaks, cumaa karena dipackage dengan pemain dan suasana yang bagus, jadinya kekurangan di bagian itu bisa tercover lah . 

Jadi, ceritanya tuh setelah beberapa tahun menikah dan hidup bersama, Leo dan Paige mengalami kecelakaan mobil yang mengakibatkan Paige mengalami amnesia.. Paige sama sekali tidak mengingat Leo sebagai suaminya, ya bisa dibilang short term memory nya yang terhapus. Leo berusaha sangat keras untuk membantu Paige memulihkan ingatannya kembali. Namun apa daya, benturan otak yang dialami oleh Paige nyatanya memang benar2 menghapus segala memory indah yang telah dilalui Leo dan Paige selama ini.. Paige jadi benar2 gak mengenal Leo dan otomatis Paige juga gak ingat bagaimana dulu mereka saling mencintai. 

#aktingnya Channing Tatum sebagai Leo di film ini tuh bener2 "dapet" banget. Dia tuh jadi sosok laki-laki yang setia, tanggung jawab, sopan, dan sangat sangat jujur. Bahkan, si Leo ini pun gak mau memulihkan ingatan Paige dengan memberi tahu kan kejadian terburuk yang pernah dialami oleh Paige dan keluarganya. Inget banget sama omongannya Leo di film ini ke Paige :
"I actually need your love. But, with keep away you and your family again? I think its wrong" . .
*aaaahhhhhhh jadi ikutaaann berlinang2 air mata* . .#

Nah, kekuatan cinta dan kejujuran yang dimiliki oleh si Leo inilah yang pada akhirnya membuat Paige bisa jatuh cinta lagi sama dia. Jadi yaa bisa dibilang, si Paige ini jatuh conta 2x dgn org yang sama di hidupnya. Walaupun dikisahkan Leo dan Paige sempet bercerai, namun beberapa bulan kemudian, Paige mendatangi Leo lagi dan berusaha menjalin hubungan baik kembali. *iiihhh to twiiittt*
Di kisah aslinya sih, Paige gak pernah lagi mendapatkan short term memory nya, tapi akhirnya Leo dan Paige kembali menikah dan punya 2 orang anak . .

what a lovely happy ending, kan . . .

"I vow to fiercely love you in all your forms, now and forever.

I vow to love you, and no matter what challenges might carry us apart, 
we will always find a way back to each other.

Everything that I fell in love with is still there.

I vow to help you love life, 
to always hold you with tenderness and to have the patience that love demands, 
to speak when words are needed 
and to share the silence when they are not 
and to live within the warmth of your heart and always call it home.."


love it , love it , love it . . .


Rabu, 22 Februari 2012

The Called of "Abee" . .

abee .  .
agak konyol memang dengan nama panggilan ini . .
yaa sang "empunya" nama saja terkadang merasa "keberatan" dengan panggilan ini . .
merasa ada hawa "masa lalu", "pelarian", dsb . .
namun yaa karena nama panggilan ini benar-benar dibuat dengan ketulusan hati, pada akhirnya si 'empunya' panggilan pun tidak mempermasalahkannya lagi . .

nama panggilan ini sebenarnya singkatan , dari kata "ayah" dan "bibee" , jadinya abee . . 
hehe entah, rasanya sangat nyaman saja kalo memanggil dia dengan panggilan ini . .

abee adalah salah satu hal yang sangat wajib aku syukuri di dunia ini . .
kehadirannya memang sangat berarti, dan tepat di setiap kondisi yang aku alami . .
kesibukan yang sehari-hari dijalankannya memang sangat menyita waktu yang kami miliki . .
bahkan kami pun sangat jarang bertatap muka, yaa selayaknya pasangan lainnya . .
kalo pasangan lainnya bisa bertemu setidaknya seminggu sekali, kami sebulan sekali . .
namun segala sesuatunya pasti ada hikmah dan manfaatnya . .
quality time saat bertemu pun menjadi sesuatu yang sangat kami manfaatkan .

ayah . .
why I called my boy as 'ayah' ?
kedengarannya memang sangat jauh melampaui keadaan berpacaran . . tapii . . 
i dont know exactly, but I feel that I have a relationship with a man who is older that his real ages . .
yaa, abee itu punya pikiran yang sangat "jauh" dan terkadang lebih dalam dibandingkan dengan laki-laki seusiannya . .
dia baru akan menginjak usia seperempat abad di tahun ini, namun pandangan hidupnya mungkin bisa dua kali lipat dari usianya . .
bukannya berlebihan, namun ya memang kenyataannya . .
dia juga sangat melindungi aku dan slalu berusaha untuk memenuhi kebutuhanku . .
terkadang aku merasa posisi Alm. Papaku bisa tergantikan oleh dia melalui perhatian dan caranya memperlakukan aku . .
so thats why I called him as 'ayah' . .

dan bibee . .
di sisi lain dari dirinya, abee juga kerap kali menunjukkan perilaku 'manja' nya kepadaku . .
terkadang,saat dia sedang merasa sangat lelah dengan pekerjaannya, dia kerap melepaskannya padaku . .
hehe , lucu . . dia itu satu2nya cowoku yang bisa sampai membuatku tertawa terbahak-bahak . .
meski terkadang suka buat aku kesal, tapi abee selalu berhasil mmbuatku trtawa saat aku sedang 'melow' . .
jadi, aku pun sangat merasakan bagaimana rasanya punya "cowok" , .
yaa itulah kenapa aku memanggilnya bibee . .

karena dua peran itulah, aku kemudian memanggil dia dengan sebutan abee . .
panggilan itu bukan hanya sebatas panggilan tanpa makna . .
harapku semoga hubungan yang aku jalani dengan abee pun pada akhirnya akan memberikan makna yang sangat indah bagi kehidupan yang akan kami jalani berdua di masa depan . .

i wish God really give u just for me . .
and with you, I will make a very beautiful life just like what we dreaming of in this time . .
amien . . 


















thanks God, I found you bee . .
love you . .


Meyla Stefanny

kira-kira dua tahu lalu, aku baru mengenal "kakak" yang satu ini . .
berawal dari keikutsertaanku di sebuah lomba psikologi yang diadakan oleh Universitas X di wilayah bandung, ternyata membawa aku untuk mengenal kakak yang menurutku sangat "luar biasa" . .
kak meyla adalah kakak pendamping untuk kelompok universitasku yang disiapkan oleh pihak Universitas X . .
sebagaimana tugasnya sebagai kaka pendamping, kak Meyla memang memberikan kesan ramah pada kami . .
tapi lama kelamaan, by the day aku mengenal dan berkomunikasi dengannya, kesan itu semakin tumbuh menjadi rasa kagum yang amat sangat . .


perlombaan psikologi yang aku ikuti sudah lama berlalu, dan aku masih keep in touch dengan kak meyla melalui FB . .
komentar2 di status memang mengisyaratkan kalau kak Meyla memang dewasa . . hanya saja, aku masih skip dengan apa yang kak meyla miliki . .
sampai pada satu hari, saat aku telah menggunakan blackberry dan memiliki kontaknya, aku mulai menyapa dia melalui pesan bbm . .
awalnya aku pikir kakak ini yaa sama saja dengan "orang berada" lainnya yang sering aku temui . .
but, i had a very berry different fact . .
she was so friendly, charm, and by the day she touched me so much . .


yaa, entah kenapa setiap kali ada kesempatan aku dan kak meyla mengobrol via FB atau bbm, kak meyla selalu  membuka mataku . .
aku yang memang terlalu sering mendapat perlakuan yang kurang baik dari another rich girl like kak Meyla, merasa sangat "terobati" olehnya . .
melalui kata-katanya yang menurutku sangat bijak, dia mampu menggiringku ke sebuah paradigma kenyataan yang memang harus dihadapi, bukan disesali . .
aku ingat dia pernah menulis seperti ini di pesan blackberry nya . .


"i just learn from my mistake before, when life teach me more than theory, and always  learn everyday, everytime, everywhere" . .


oh My Gosh, aku seakan digebrak melalui kata-kata itu . .
bahasanya sangat ringan, mudah dicerna . . namun maknanya bahkan melebihi teori2 yang ditulis di buku . .
sangat jarang menurutku seorang rich girl bisa memiliki falsafah hidup seperti itu . .
kak Meyla, I have even no words to explain how great u are . .


aku yang selalu merasa kecil jika dihadapkan dengan "orang berada" semakin ditumbuhkan kepercayaan diri olehnya . .
kak Meyla tidak pernah secara terang-terangan mendirect aku untuk melakukan A atau B, ataupun harus seperti X atau Y . .
tapi dengan kehangatan suasana yang slalu ia ciptakan, pikiranku menjadi berbalik menantang diriku sendiri . .
pikiranku menantang diriku untuk bersyukur dengan apa yang sudah aku miliki . .
dan seakan berlomba untuk bertaruh untuk menumbuhkan rasa kepercayaan diri . .
rasa sakit hati, rasa kecewa, rasa dikecilkan . . nyatanya memang tidak baik untuk terlalu lama disimpan . .
dan kak Meyla mampu "mengobati" aku dengan caranya sendiri . .
cara yang sangat santun, bersahaja, dan sangat menyentuh . .


kak Meyla, u should know that u are really have a gift . .
a gift to touched and heal a person . . 
i am maybe the one who got the positive energy from you . . and I am now just in the way to heal my self . .
I am pretty sure that it will be so many people who also get this . . .


dear Almighty, whatever ur blessing for us, i Just ask You to keep the heart of Meyla Stefanny . .
just keep her humble, her magic words, and her charming . .
cause they are so important to all the people like me . .
and so many people will need her . .
thanks for our meeting, God . .
its really a big gift . . 
kak Meyla, i promise to you that I will make my self better . .
just wait ya kak, the moment of this . .
thanks again, again, and again . .





u have an angel's heart . . yes you are .  .
i love you, Meyla Stefanny . . .

Kamis, 16 Februari 2012

Apa sih Motivasi Psikologis Para Teroris ?


Amrozi, Noordin M, Top, Imam Samudera. Dulmatin, Dr. Azhari, Ali Gufron, Ibrahim, Muhammad Syarif, dan entah deretan nama tersebut akan berhenti sampai di situ saja atau bahkan terus bertambah. Diawali dari tragedy WTC tahun 2000 silam, istilah teroris mulai menyeruak ke kalangan masyarakat. Kejadian yang disebut-sebut merupakan hasil dari tangan dingin Osama Bin Laden nyatanya memang menjadi tonggak awal ‘perkembangan’ terorisme di dunia. Tidak terkecuali di Indonesia. Kasus Bom Bali yang merenggut nyawa ratusan jiwa yang tidak berdosa sama halnya dengan tragedy WTC di Amerika Serikat. Terhitung sejak saat itu, POLRI seakan memiliki job baru. POLRI bahkan sampai harus membuat sebuah detasemen khusus anti terror yang dikenal dengan Densus 88. Kebanyakan dari para teroris yang telah disebutkan namanya di atas mati konyol karena tubuh mereka ikut hancur bersama kepingan logam yang terdapat dalam bom. Bahkan, tubuh mereka itulah yang pertama kali mersakan dahsyatnya ledakan, sebelum pada akhirnya juga menewaskan ratusan jiwa. Beberapa di antara mereka yang tidak merasakan ‘hangatnya’ ledakan, justru harus mencicipi peluru panas dari si penembak jitu. Jika dilihat secara kasat mata seperti itu, apa keuntungan yang mereka peroleh? Alih-alih melakukan jihad atas nama agama, mereka bahkan malah merusak tatanan agama mereka sendiri. Jika mereka berdalih apa yang mereka lakukan tersebut dilatarbelakangi atas dasar persatuan dan kesatuan bangsa, mereka nyatanya malah mencabik-cabik ketenangan bangsa sendiri. Lalu apa sebenarnya yang menjadi alasan utama mereka menjatuhkan pilihan untuk menjadi seorang teroris? Motivasi seperti apa pula yang mereka dapatkan, sehingga hati mereka seakan mantap untuk membunuh ratusan jiwa yang tidak bersalah? Melalui tulisan ini, saya akan mencoba untuk menguraikannya.
Beberapa ilmuwan yang tertarik untuk meneliti mengenai teroris ini menemukan bahwa sebagian besar orang yang merasa bahwa dirinya menyatu dalam kelompok (semacam kelompok teroris) akan bersedia untuk melakukan tindakan-tindakan yang ekstrem, bahkan bersedia mati untuk kebaikan kelompoknya. Menurut Martha Crenshaw (2007), ada penjelasan yang berkaitan antara  perilaku, tingkat individu, dan kelompok. Jika seseorang memutuskan untuk terlibat dalam kekerasan politik dan menimbulkan perasaan antisocial, maka seringkali motivasi yang melatarbelakanginya adalah ketidakpuasan pribadi dengan hidup dan prestasinya. Di saat yang bersamaan, teroris memproyeksikan perasaan anti sosialnya kepada orang lain, sebagai bentuk pembenaran dari perbuatannya.
Pada tingkat kelompok, motivasi psikologis merupakan intensitas dinamik kelompok di antara para teroris. Mereka yang ada dalam kelompok tersebut menuntut kebulatan suara, dan para anggotanya tidak diizinkan untuk membangkang. Intensitas pertemuan yang terdapat dalam kelompok tersebut mengakibatkan timbulnya rasionalisasi terhadap tindakan kekerasan. Oleh karena itulah, para pelaku teroris ini bukanlah seseorang yang memiliki penyakit atau kelainan jiwa. Dalam penelitian empiris yang dilakukan oleh Crenshaw, tidak ditemukan adanya kecendrungan psikopat dalam kelompok teroris ini.
Para teroris ini, seperti yang diungkapkan oleh State Department (2002) merupakan para individu yang tidak memiliki rasa moral sedikitpun. Teroris ini tidak hanya membunuh ratusan jiwa, namun juga mengancam system demokrasi, ekonomi, dan tatanan pemerintahan di beberapa wilayah negara. Namun kembali lagi, peran masyarakat ternyata cukup besar dalam mengembangkan jaringan teroris. Hanya saja, kita memiliki hambatan untuk menguak apa sebenarnya factor yang melatarbelakangi para teroris dalam melakukan aksinya dikarenakan sebagian besar para pelaku teroris ini turut hancur bersama kepingan-kepingan logam yang terkandung di dalamnya. Maka, yang dapat dijelaskan selanjutnya adalah bahwa salah satu hal lagi yang dapat menjadi motivasi seseorang untuk menjadi teroris adalah adanya perilaku yang tidak ramah dari lingkungan terhadap dirinya. Lingkungan di sini dapat mencakup lingkungan keluarga ataupun lingkungan sosialnya. Sebagai contoh saja, cerita dari warga sekitar yang tiggal dekat dengan kediaman para pelaku terror ini. Masyarakat sekitar kerap menuturkan bahwa pelaku terror ini dalam kesehariannya memang tidak memiliki kelekatan dengan tetangga sekitar, bahkan mereka cenderung menutup diri karena dianggap memiliki perilaku yang aneh dan tidak seperti warga kebanyakan. Hal ini berrarti bahwa masyarakat secara tidak langsung memiliki pengaruh terhadap pembentukan individu hingga menjadi teroris.
Ketika masyarakat sekitar dan keluarga menolak dia, memperlakukannya secara tidak ramah, maka individu teroris ini lantas merasa tertekan secara psikologis. Hasilnya, mereka kemudian mencari semacam tempat berteduh sebagai tempat berlindung. Disinilah kemudian, peran kelompok teroris ini menjadi bertambah besar. Kelompok ini mampu menciptakan suasana yang bersahabat bagi mereka, sehingga lama kelamaan mereka memiliki kesamaan dalam pola pikir. Segala macam bentuk doktrinasi dari pemimpin kelompok tersebut ditelan secara mentah-mentah dalam pola piker si pelaku teroris, sehingga cara berpikir mereka dapat dikendalikan oleh kelompok tersebut.
            Jika dilihat secara lebih lanjut, mereka melakukan aksi terror ini untuk keluar dari perasaan tertekan dan berusaha untuk menciptakan kehormatan dirinya dengan melakukan aksi terror tersebut. Oleh karena itulah, pemicu timbulnya perilaku ini menjadi sangat rumit. Jika dikatakan adanya alasan ekonomi, hal ini bukanlah satu-satunya alasan. Semua pihak yang ada dalam lingkungan ekologis seorang individu terus memberikan pengaruhnya. Dalam kondisi seperti ini, agen social yang mencakup pejabat pemerintahan, kurang memberikan usaha dalam menciptakan suasana yang damai dan tenteram sehingga kelompok-kelompok semacam ini terus menjamur dan berkembang secara pesat.
            Semacam halnya kasus teroris Muhammad Syarif. Dari kasus tersebut dapat terlihat bahwa latar belakang keluarga merupakan penyebab utama dari perilaku yang ditampilkannya. Dalam cerita yang ditulis dalam artikel, terlihat bahwa adanya kekurangan komunikasi antara Syarif dan orang tuanya. Bagaimanapun juga, peran orang tua dalam perkembangan anaknya merupakan hal utama yang tidak bisa ditolak lagi. Syarif tumbuh sebagai individu yang berlindung dalam sebuah kelompok, dia cenderung lebih dekat dengan kelompok terorisnya dibandingkan dengan orang tuanya. Hal ini berarti, orang tua sangat kehilangan kesempatan untuk mengendalikan kepribadian sang anak, justru mereka memberikan kesempatan yang besar untuk mempengaruhi perkembangan psikologis Syarif.
          Ketika keadaan psikologis Syarif sedang berada dalam masa kelabilan inilah, mereka kemudian memasukkan ajaran-ajaran yang mampu ‘mencuci otak’ Syarif. Perilaku dalam kesehariannya semakin berubah, mengikuti ajaran yang diterapkan dalam kelompoknya. Hubungan dia dengan orang tuanya juga menjadi berubah, dia menjadi pribadi yang antisocial dan apathy. Seiring dengan kerenggangan hubungan itulah, Syarif kemudian semakin memantapkan dirinya sebagai seorang teroris dan bersedia melakukan pembelaan atas nama agama, sebagaimana yang didoktrinkan dalam kelompoknya.

Rabu, 08 Februari 2012

"pake uyah, nek ."

sekitar 1 tahun yang lalu, aku memiliki tetangga baru . .
sebuah keluarga yang sangat Islami, menurutku, menempati rumah kontrakan yang letaknya persis di depan rumahku . .
jika pintu rumah itu dibuka, otomatis ruangan depan rumah kontrakan tesebut dapat terlihat dari teras rumahku.
keluarga itu terdiri dari 5 orang, sepasang suami istri yang masih tergolong pasangan muda, seorang anak remaja laki-laki dan sepasang anak laki-laki dan perempuan yang masih berusia sekitar 4 dan 5 tahun,  . .

saat itu Alm.Papaku masih hidup . .
setiap sore, Papa dan Mama memiliki hobby duduk di teras rumah, mengobrol, sambil melihat kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya . .
ya, letak rumahku memang sangat strategis . . kira-kira selang 2 rumah saja, jalan raya sudah bisa dicapai. .
ketika papa dan mama sedang asyik mengobrol, tiba-tiba dua anak kecil menghampiri teras rumah . .
"nenek, kakek", sapa si anak perempuan pada papa dan mamaku.
aku yang pada saat itu sedang duduk di kursi ruang tamu sempat mengintip mereka dari balik gorden. . . 


"iyaa, sini sini main", sapa mamaku. . 
papaku hanya tersenyum saja seraya melambaikan tangan pada mereka . .
melihat respon papa dan mamaku yang bersahabat, dua anak kecil itu pun mendekat . .
"siapa ini namanya", tanya mamaku
"nina, kalo ini husni", jawab si anak perempuan yang ternyata berusia lebih tua . .
"nenek, kan kita rumahnya sekarang di situ", kata nina sambil menunjuk rumah kontrakan yang letaknya di depan rumahku . .
"oh, nina yang nempatin sekarang", kata papaku . .
"iya, kakek"


aku yang sedang asyik main hape , hanya mendengar percakapan mereka saja dari dalam . .


terdengar kemudian papaku membukakan pintu seng untuk mempersilahkan mereka masuk . .
eh, bukannya masuk, nina dan husni malah berlari sambil tertawa . .
dasar anak kecil pikirku . .


beberapa hari berlalu sejak saat itu, aku dan mama kerap memperhatikan keluarga nina dan husni dari ruang tamu ..
terlihat memang tidak ada barang apa-apa yang mengisi ruangan depan rumah mereka, kecuali selembar tikar dan karpet tipis . .
sesekali terlihat ibunya Nina yang selalu mengenakan kerudung berukuran besar setiap keluar rumah, sedang menyapu halaman..
belakangan diketahui bahwa ayah Nina yang setiap pagi seringkali mendorong motor tuanya yang mogok, bekerja sebagai staf Tata Usahadi sebuah pesantren yang letaknya tidak jauh dari rumah  . .
sementara remaja laki-laki (kakanya Nina dan Husni) yg bernama Faqih bersekolah di Madrasah..
yaa, memang benar-benar keluarga Islami pikirku.


setiap kali lewat depan rumahku, mamanya Nina memang selalu menyapa aku, Papa, atau Mama yang kebetulan sedang duduk di teras .. 
ramah memang . .
sementara ayah Nina lebih cenderung pendiam, karena jarang sekali memberikan sapa kecuali hanya tersenyum dan menganggukkan kepaala  . .


tidak ada satu pun terlintas di pikiranku tentang keluarga mereka, kecuali keluarga yang sangat Islami . . hingga pada suatu hari keluar perkataan polos dari Nina . .


awalnya mamaku sedang menonton tv di dalam rumah, sementara aku sedang mengetik di meja makan.  .
Nina dan husni datang menghampiri kami, yaa mungkin ingin bermain . .
mamaku iseng bertanya pada mereka, "udah pada makan belum?"
nina dengan wajah polosnya menjawab, "
udah dong nek.."
"pake apaa?", tanya mamaku lagi
"pake uyah, nek" . . jawab Nina . .
"yang bener?" mamaku mempertegas pertanyaan . .
"bener nek, orang emang biasanya juga pake uyah makannya . .", jawab nina . .


mamaku reflex menoleh padaku yang sedang mengetik . .
"ndul, masa pake uyah katanya"
"emang uyah apaan mah?"
"uyah tuh bahasa sundanya garem" . . .


astaghfirulloh, aku istighfar dalam hati . .
ternyataa, keadaan ekonomi keluarga mereka tergolong memprihatinkan . .
anak seusia nina dan adiknya semestinya makan makanan yang bergizi, yaa setidaknya telur agar ada vitamin yang masuk. .
tapi, mereka hanya makan dengan garam . .
gizi apa yang mereka dapat jika makanannya hanya garam???


aku dan mamaku speechless seketika . .
mamaku yang memang sangat mudah terharu pun langsung memotongkan kue bolu  untuk nina dan adiknya . .
namun yang membuat kami makin terharu, nina dan adiknya bukan mengambil kue itu, tapi malah berlari ke luar . .


ya Allah . . 
pantas saja di ruang depan rumahnya hanya ada selembar tikar dan karpet tipis . .
pantas saja motor ayahnya nina sering mogok karena sudah termakan usia . .
pantas saja jarang terlihat mamanya berbelanja . .
pantas saja . . .
pantas saja . . .
ternyataa, makannya saja hanya dengan uyah . .
masya Allah . . .



Selasa, 07 Februari 2012

Kaizen

              Mungkin, kita sering mendengar mengenai aplikais falsafah Kaizen . . terutama yang digunakan oleh perusahaan besar , sebut saja Astra Group . . namun, tahukah Anda mengenai definisi kaizen itu sendiri ? dalam ulasan berikutnya, saya akan mencoba untuk menguraikan mengenai apa sih sebenarnya definisi dari kaizen . . tentunya yang saya dapat dari sumber buku yang telah saya baca . .

Kaizen merupakan salah satu pendekatan budaya yang berasal dari negara Jepang dengan tujuan untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan dalam budaya kerja. kaizen adalah improvement yang dilakukan secara berkelanjutan oleh semua anggota dalam organisasi baik dari level manajer sampai karyawan biasa. Strategi kaizen merupakan hal yang sangat penting dalam konsep manajemen negara Jepang. Kaizen lebih mengutamakan pada process-oriented dibandingkan result-oriented. Jadi, segala hal yang berhubungan dengan pekerjaan harus disempurnakan terlebih dahulu sebelum memperoleh hasil yang baik. Selain itu, kaizen juga lebih mengarah pada usaha-usaha yang dilakukan oleh seorang individu  dalam mencapai target yang dimilikinya, oleh karena itulah manajemen harus memberikan dukungan dan terlibat dalam semua proses pekerjaan.
Perbaikan yang dimaksudkan adalah perbaikan yang bertumpu pada SDM (Sumber Daya Manusia). Inti dari falsafah kaizen adalah mengantisipasi adanya perubahan, peka terhadap perubahan, serta melakukan perbaikan-perbaikan dengan pendekatan yang khas. Falsafah kerja Jepang ini menganggap bahwa segala cara hidup, cara bekerja, kehidupan social, rumah tangga dan segala sesuatunya harus disempurnakan setiap saat. Tujuan dari falsafah ini adalah agar tidak terlena oleh keadaan yang statis dan senantiasa melakukan perubahan ke arah yang positif agar ketahanan organisasi terhadap lingkungan dapat terjamin.
Menurut falsafah kaizen, manajemen memiliki dua komponen utama yaitu sebagai pihak yang memelihara dan melakukan penyempurnaan. Pemeliharan (maintenance) adalah kegiatan yang mengacu pada upaya mempertahankan standar yang ada, baik secara teknologi, manajerial, maupun operasi dalam perusahaan. Sedangkan penyempurnaan (improvement) mengacu pada standar yang telah ditetapkan. Semakin tinggi kedudukan seorang manajer, maka semakin banyak pula kegiatan yang dilakukan. Jika penyempurnaan telah dicapai, maka tugas selanjutnya adalah bagaimana memelihara standar baru agar diterapkan dengan benar. Jadi, penyempurnaan secara berkesinambungan hanya dapat tercapai jika karyawan selalu brusaha untuk mencapai standar yang telah ditetapkan tanpa mengabaikan adanya pemeliharaan. Dalam falsafah kaizen, pemeliharaan dan penyempurnaan merupakan dua komponen yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan dalam kondisi pekerjaan.
Beberapa ciri kepribadian yang harus dimiliki oleh seseorang untuk dapat menerapkan konsep kaizen dalam pekerjaan adalah memiliki rasa ingin tahu yang ingin, mau belajar, disiplin, patuh pada peraturan, tidah mudah putus asa, dan tidak takut untuk menghadapi segala macam cobaan (Seng, 2007). Bangsa Jepang telah membuktikan bahwa bangsa dapat maju dengan menerapkan falsafah kaizen, meskipun ukuran tubuh kecil namun pikiran dan semangat kedisiplinan mereka sangat besar.

Source : Imai (1986)

budaya organisasi (berbagai definisi)


Schein (dalam Munandar, 2001) menjelaskan bahwa budaya organisasi terdiri dari asumsi-asumsi dasar yang dipelajari, baik sebagai hasil memecahkan masalah yang timbul dalam proses penyesuaian dengan lingkungannya, maupun sebagai hasil memecahkan masalah yang timbul dari dalam organisasi. Schein (dalam Munandar, 2001) juga menjelaskan bahwa budaya organisasi terdiri dari 3 tingkat. Pertama adalah perilaku dan artifact, terdiri dari perilaku yang dapat diamati. Kedua adalah nilai-nilai, terdiri dari pola-pola perilaku yang tidak dapat terlihat. Ketiga adalah tingkatan paling dalam yang menjadi dasar dari nilai-nilai, disebut sebagai beliefs.
Menurut Tosi, Rizzo, dan Carrol (dalam Munandar, 2001) budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan, dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi. Van Muijen, Den Hartog, dan Koopman (dalam Munandar, 2001) mendefinisikan budaya organisasi sebagai kumpulan dari nilai, norma, ungkapan, dan perilaku yang ikut menentukan bagaimana orang-orang dalam organisasi saling berhubungan dan sebesar apa para anggota organisasi menggunakan tenaga dalam pekerjaan dan organisasinya. Andre (2008) menjelaskan budaya organisasi sebagai sebuah sistem dalam organisasi mengenai keseluruhan nilai dan norma yang mengatur tingkah laku, sikap dan keyakinan anggota organisasi.
           Kreitner dan Kinicki (2008) menyatakan bahwa budaya organisasi adalah sebuah himpunan bersama yang didalamnya terdapat proses memberi dan menerima asumsi secara implisit mengenai kelompok, dan menentukan bagaimana kelompok tersebut memandang dan memberikan reaksi terhadap lingkungan sekitarnya. Dari definisi yang disampaikan oleh Kreitner dan Kinicki terlihat adanya tiga karakteristik penting dari sebuah budaya organisasi. Pertama bahwa budaya organisasi adalah sesuatu yang sifatnya diteruskan kepada karyawan baru melalui proses sosialisasi. Kedua, budaya organisasi mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja. Ketiga, budaya organisasi beroperasi di tingkat yang berbeda. Kreitner dan Kinicki (2008) menambahkan bahwa sebuah budaya organisasi terbentuk oleh empat komponen, yaitu nilai-nilai yang dimiliki oleh para pendirinya, lingkungan industri  dan bisnis, budaya nasional, dan visi serta perilaku yang dimiliki oleh pemimpin senior perusahaan tersebut. Selanjutnya, budaya organisasi ini mempengaruhi struktur organisasi yang diadopsi oleh perusahaan dan sejumlah praktisi, kebijakan, dan prosedur yang diimplementasikan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Tingkah Laku Inovatif (definisi)


            Tingkah laku inovatif pada awalnya berasal dari bahasa Latin, yaitu innovare yang berarti “membuat sesuatu yang baru” (Tidd, Bessant, & Pavitt, dalam Ahmad, 2009).  Thompson (dalam Ahmad, 2009) mendefinisikan tingkah laku inovatif sebagai penerimaan, pembentukan generasi, dan pelaksanaan ide-ide baru, proses, produk ataupun jasa. Menurut Wess dan Farr (dalam De Jong & Hartog, 2003) tingkah laku inovatif adalah semua perilaku individu yang diarahkan untuk menghasilkan, memperkenalkan, dan mengaplikasikan hal-hal ‘baru’ yang bermanfaat dalam berbagai level organisasi. Tingkah laku inovatif ini identik dengan inovasi inkremental, karena melibatkan semua pihak sehingga sistem pemberdayaan sangat diperlukan dalam prosesnya.
          Tingkah laku inovatif dalam dunia organisasi merupakan sebuah proses perubahan yang menghasilkan sesuatu dalam bentuk produk, proses, atau prosedur yang bersifat baru dalam sebuah organisasi (Zaltm, Duncan, & Holbek, dalam Ahmad, 2009). Sementara Damanpour (dalam Ahmad, 2009) mendefinisikan tingkah laku inovatif sebagai sebuah pembentukan generasi, perkembangan, dan implementasi ide baru atau perilaku yang dapat berupa produk atau pelayanan baru, proses produksi baru, struktur atau system administrasi baru, serta program kerja baru bagi anggota organisasi. Tingkah laku inovatif bukan hanya sebuah intensi untuk membangkitkan ide baru, tetapi juga memperkenalkan dan mengaplikasikan ide tersebut dan berkaitan dengan semua hal yang bertujuan untuk meningkatkan performance dalam perusahaan (Jansen, Kanter, West, Farr, Scott, dan Bruce dalam Carmeli, Meitar, & Weisberg ,2006).
            Menurut Batteman dan Grant (dalam Sazandrishvili, 2009) tingkah laku inovatif merupakan perilaku yang secara langsung dan sengaja mengubah sesuatu dengan cara menciptakan keadaan yang berbeda dengan keadaan yang sedang aktif pada saat itu. Grant (dalam Sazandrishvili, 2009) menambahkan bahwa konstruk yang terdapat dalam tingkah laku inovatif dianggap sebagai elemen yang sangat penting bagi kelangsungan sebuah organisasi, karena mengarah pada pelaksanaan cara-cara baru dan memberikan keuntungan bagi organisasi. 
            Scott dan Bruce (dalam Van der Vegt & Janssen, 2003) memahami tingkah laku inovatif yang terdapat dalam dunia kerja sebagai perilaku kompleks yang terdiri dari tiga set perilaku yang berbeda, yaitu pembentukan sebuah ide, mempromosikan ide, dan merealisasikan ide tersebut. Ketika seorang karyawan telah menghasilkan sebuah ide, maka tugas selanjutnya adalah mencari teman atau sponsor untuk membangun koalisi guna membangun koalisi di belakangnya (Galbraith & Kanter dalam Van der Vegt & Janssen, 2003). Tugas terakhir adalah bagaimana merealisasikan gagasan yang telah dimiliki dengan cara memproduksi sebuah model yang dapat diuji coba dan pada akhirnya diterapkan dalam situasi pekerjaan, kelompok, atau organisasi secara keseluruhan. (Kanter, dalam Van der Vegt & Janssen, 2003).  

-dindadiffa-

Andalucia, 30 Januari 2012

30 Januari 2012 menjadi suatu hari yang sangat bersejarah buatku . .
di hari itu tepatnya pukul 14.00, 3 tahun 4 bulan perjalanan kuliahku dipertaruhkan . .
bertempat di sebuah ruangan yang sangat nyaman, di bagian belakang Universitas Paramadina . .
Andalucia namanya . .
di ruangan itu, aku mempresentasikan hasil penelitian skripsi yang selama kurang lebih 4 bulan aku susun, selama 15 menit. .
entah kenapa, atmosfer pada hari itu tidak membuat perasaan ku terlalu gugup . .
ditambah lagi dengan kehadiran Abee , dan sahabat2 kuliahku membuat aku merasa sangat bersemangat . .
sebenarnya aku ingin Mamaku hadir saat itu, hehe namun karena aku akan menjadi sangat"mellow" jika mama ada, yaa mama "bertugas" mendoakanku dari rumah saja . .

aku berangkat tepat pukul 09.00 saat itu . .
dengan fasilitas taxi blue bird yang telah disiapkan Abee, langkah kakiku tegap untuk menghadapi sidang skripsi .
dihantar dengan segenap doa dan dukungan dari Mama, hatiku mantap untuk berargumen dengan para dosen pengujiku . . 
yeah, meskipun aku merasa ada yang kurang . . yaitu kehadiran Papa . . 
namun toh Papa telah nyenyak beristirahat di "sana" , aku tak boleh mengganggu beliau lagi . .

perjalanan menuju kampus menjadi menyenangkan, karena kala kebetulan si supir taxi banyak bercerita mengenai pengalamannya . . 
lumayanlah pikirku, untuk sedikit membuat ku tidak terlalu gugup . .
kemacetan yang terjadi di bilangan Cibubur memang sempat membuatku khawatir . ,
bukan masalah waktu sebenarnya, tapi aku takut argo taxinya menjadi membengkak . . heheee yaa maklumlah aku hanya berbekal uang sebesar 200.000 rupiah yang diberikan Abee untukku . . 
tapi ternyata argo nya tidak semahal yang ku pikir . . 
130.000 rupiah, masih ada sisa 70.000 pikirku . . hehee , alhamdulillah . .

sekitar pukul 10.30 aku sampai di kampus . .
dari kejauhan, aku melihat ada seorang pria yang duduk di tangga lobby kampusku . .
dia mengenakan kemeja ungu garis-garis dan celana jeans hitam . . rapi sekali . .
ternyata itu Abee . . hehe, dia sampai lebih dulu dibanding aku . .
tidka lama kemudia, pesanan kue yang ku order beberapa hari sebelumnya datang . .
alhamdulillah ucapku, semua berjalan dengan lancar sejauh ini . .

singkat cerita, tibalah saatku untuk menjalani sidang . .
sebelum sidang di mulai, aku dengan ditemani Abee dan sahabat2ku, Nenek, Finda, dan Bebek mempersiapkan laptop di ruang Andalucia. . 
hehe aku pun sempat berpose dulu lho . .
 
 . . . .  hingga tiba saatnya pukul 14.00 . .
dosen pembimbingku datang lebih dulu dibanding para penguji . . 
bu Ayu mengenakan baju berwarna pink saat itu. alhamdulillah, segar sekali pikirku . .
tak lama kemudian, masuklah para penguji skripsiku, Bu Devi, Bu Anita, dan Pak Handrix . .
dan. . . this is my time . .

*****
*****
*****
*****

alhamdulillah, setelah 1 setengah jam aku disidang dengan berbagai pertanyaan, aku dipersilahkan keluar ruangan . .
begitu membuka pintu rektorat, ku lihat Dewi dan Bunda Rosita pun hadir menungguku bersama Abee dan sahabat lainnya . .
jujur aku sempat gak yakin dengan nilai yang ku dapat . . karena saat adu argumentasi, ada beberapa pendapat dosen penguji dan aku yang tidak sejalan . .
yaa, lillahi ta'alla saja deh . . yang penting aku telah melakukan yang terbaik . . 

dan . .  .
Allah pun menunjukkan kuasanya .  .
setelah sekitar 10 menit kemudian, aku dipersilahkan masuk . .
bu devi yang kala itu sempat "mengerjaiku", akhirnya mengumumkan bahwa aku lulus dengan nilai A . .
subhanallah, gemetar tanganku . . hampir tumpah air mataku . . 
alhamdulillah, benar2 di luar dugaanku sebelumnya . .

setelah membereskan beberapa urusan di kampus, aku pun pulang dengan diantar oleh Abee . .
Abee hari itu benar2 menjadi "penolongku" . . 
waktunya yang tersita untukku benar2 ikhlas dia berikan . .
sesampainya di rumah, aku disambut dengan pelukan dan isak tangis mama . . 
betapa terharunya Mama melihat aku telah lulus . .

terkejut pula aku dibuatnya ketika aku melihat meja makan penuh dengan hidangan . .
sayur sop daging, ayam goreng, tempe, tahu, lalapan, tak lupa sambal . .
ternyata mama mencurahkan rasa sykurnya saat itu dengan mengundang saudara terdekatku untuk makan bersama . .
alhamdulillah . .

Rabb, nikmatmu di tanggal 30 Januari 2012 akan menjadi sangat berharga untuk kehidupanku kelak . .
yaa, S.Psi ini insya Allah akan mampu memperbaiki hari-hari ku bersama mama dan mempersiapkan masa depanku bersama Abee . . 

Andalucia, 30 Januari 2012



Senin, 06 Februari 2012

persembahan untuk Papa

saat ini, seakan menjadi saat dimana aku mencapai titik balik dalam kehidupan . .
saat di mana sesuatu yang selama ini aku perjuangkan, pada akhirnya mencapai "titik puncaknya" . .
sekitar 3 tahun 4 bulan aku berkutat dengan dunia perkuliahan, dengan segala macam pahit dan manisnya, pengalaman, keringat, dan air mata . .
yaa, pada akhirnya aku berhasil melewati sidang skripsi yang memang selama ini menjadi "pelabuhan" dari perjuangan belajarku selama ini . .
dan alhamdulillah, hasilnya pun memuaskan . . aku bisa katakan, sebanding dengan usaha yang selama ini aku torehkan . .


namun di sisi lain, ada sesuatu yang terkadang membuat perasaanku meleleh . . membuat air mataku mengalir dan pada akhirnya membuat dadaku sesak.
ya, Papaku yang selama ini menjadi sumber motivasiku telah 50 hari berpulang ke pangkuan Allah sebelum aku menuntaskan pendidikanku . .
ada rasa puas dalam hati karena pada akhirnya aku berhasil menjalankan amanat Papa dengan sangat baik..
teringat pesan Papa di saat terakhirnya sebelum beliau tertidur lelap . .
"Kamu harus sukses, Nak . kamu pasti sukses . kalo Papa tidur nanti, Kamu belajar ya"




yaa, itulah pesan terakhir yang Papa berikan padaku sebelum akhirnya beliau menyudahi sakitnya selama ini..
Alhamdulillah, pada 30 Januari 2012 kemarin aku berhasil menjalankan amanat papa dengan sangat baik . .
ingin rasanya beteriak pada Papa, mencium tangannya, dan memeluk tubuhnya seraya berkata . .
Paaaa , dindaa lulusssss . . . 
tapi semua itu sedianya hanya dapat tertahan . . terbugkus dengan segumpal rindu yang tak tertumpahkan, dan dihiasi dengan dengan linangan air mata . .


Papa , 
ini adalah persembahan Dinda untuk Papa . .
selamat beristirahat Pa . . Bobo yang nyenyak ya, Pap . . 







search through Amazon